Tugas Bahasa Indonesia III : Latar Belakang



Halo semua! masih dalam rangka menerjakan tugas dosen (hehehe) seperti yang ane bilang kemaren gan, ane bakalan upload latar belakang dari kerangka yang ane buat kemaren, dan ini lah hasilnya hehehe, Pak, A ya pak hehehe :)


Implemntasi Carbon Trade Terhadap Kondisi Hutan Untuk Mencapi REDD Plus




1.  Latar Belakang
Indonesia memiliki hutan yang sangat luas dan sangat berpotensi.  Menurut data kementrian Lingkuangan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia pada tahun 2017 indonesia memiliki hutan seluas 133.300.543 hektar. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia yang sangat berpengaruh terhadap pengendalian karbon di dunia. Akibatnya, Indonesia haruslah menjaga keberadaan hutan tersebut dengan serius, karena jika terjadi deforestrasi akan sangat berpengaruh terhadap siklus karbon di atmosfer bumi dan akan timbul masalah-masalah serius yang berkenaan dengan keberadaan karbon di atmosfer.

Akumulasi karbon yang menumpuk pada atmosfer akan menyebabkan udara di bumi meningkat kerena efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah penyebab akumulasi panas di atmosfer yang menyebabkan perbuhan iklim global dan pemanasan global adalah akibatnya yang menimbulkan perubahan suhu udara, curah hujan dan musim (Rusbiantoro, 2008).

Serba salah, selanjutnya indonesia dihadapkan oleh masalah yang lebih rumit mengenai pendayagunaan lahan. Sebab indonesia tidaklah boleh sembarangan dalam memberlakukan hutan yang dimilikinya. Seperti yang dipaparkan oleh Kusminingrum (2008), Peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Tumbuhan juga melakukan respirasi dengan melepaskan CO2 tetapi bukti menunjukkan bahwa CO2 yang terbentuk dapat digunakan dalam fotosintesis. Namun, disisi lain, pengalihan lahan secara besar untuk daerah kehutanan menyebabakan hambatan pertumbuhan pengelolaan lahan yang ada di indonesia dan menyebabkan ketertinggalan kemampuan dalam sektor ekonomi dan kesenjangan antar daerah di Indonesia. Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan sebagian besar tanah yang dimilikinya untuk mendukung kekuatan ekonomi negara, namuan tanah subur yang berpotensi tersebut malah digunakan menjadi lahan hutan yang emisi karbonya dinikmati oleh negara-negara lain yang tidak ikut merasakan sulitnya mengelolah hutan.

Melihat keadaan yang demikian lantas munculah gagasan mengenai REDD plus (Reduction of Emission from Deforestation and Degradation Plus). REDD Plus dilandasi ide utama yaitu menghargai individu, masyarakat, proyek dan negara yang mampu mempengaruhi emisi gas rumah kaca - GRK (greenhouse gas –GHG) yang dihasilkan hutan (Nurtjahjwilasa, dkk. 2013). Secara sederhana REDD+ memberlakukan sistem carbon tride dengan kompensasi berupa nila sebagai bentuk terimakasih kepada negara-negara berkembang yang telah mengorbankan sebagian besar lahan suburnya untuk ditetapkan sebagai hutan yang tidak dapat dialih fungsikan.

Namun, seberapa besarkaah pengaruh hutan indonesia sebagai bagian dari mekanisme tersebut. Dan apakah hutan indonesia mampu mengakomodasi pengolahan karbon tride sehingga layak untuk mencapai REDD plus. Atas pertanyaan tersebut-lah penelitian ini dilatar belakangi.




DAFTAR PUSTAKA
Kusminingrum, N. 2008. Potensi tanaman dalam menyerap co2 dan co untuk mengurangi dampak pemanasan global.  Jurnal Permukiman. 3(2): 30-34.

Nurtjahjwilasa; Duryat, K; Yasman, I. Septian, Y. 2013. Konsep REDD+ dan Implementasinya. The Nature Conservancy Program Terestrial. Jakarta-Indonesia.

Rusbiantoro, Dadang. 2008.  Global Warming for Biginer. O2. Yogyakarta.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Posting Komentar